Toad Jumping Up and Down
Pink Hair Girl, Cute
Black Flaming
Purple Angel Wing Heart
  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Selasa, 30 Oktober 2018

Obesitas

Apa itu obesitas?

Kegemukan alias obesitas adalah penumpukkan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus dapat memengaruhi kesehatan penderitanya. Ya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik penderitanya, tetapi juga meningkatkan risiko dalam kesehatan seperti penyakit jantungdiabetes, dan tekanan darah tinggi.
Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di seluruh dunia. Selain dapat menyebabkan masalah kesehatan secara fisik, kondisi ini juga dapat menyebabkan masalah psikologis, seperti stres dan depresi.
Obesitas dan berat badan berlebih (overweight) merupakan dua konsep yang berbeda. Overweight adalah kondisi di mana terdapat kenaikan berat badan berlebih. Namun demikian, kenaikan berat badan tidak hanya disebabkan oleh lemak berlebih, tetapi juga bisa disebabkan massa otot atau cairan dalam tubuh. Kondisi-kondisi tersebut dapat memberikan dampak berbahaya pada kesehatan.

Seberapa umum kondisi ini?

Obesitas adalah salah satu kondisi paling umum yang dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Seseorang berisiko tinggi mengalami kondisi ini jika tidak menjaga pola makan dan melakukan olahraga yang cukup.
Kegemukan biasanya diderita oleh orang-orang dengan pekerjaan administratif atau kantoran yang cenderung menerapkan gaya hidup sedentari, alias malas gerak. Anda dapat menjaga diri Anda dari kondisi ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Jadi, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala-gejala obesitas?

Sebanarnya tidak ada tanda gejala pasti dari obesitas. Memang sih, orang yang obesitas cenderung terlihat lebih gemuk dan besar. Namun perlu dipahami bahwa orang yang gemuk belum tentu mengalami obesitas, sementara mereka yang obesitas sudah pasti gemuk.
Untuk menentukan apakah seseorang termasuk dalam obesitas atau tidak, terdapat beberapa cara menentukannya yakni dengan mengukur:
  • Body Mass Index (BMI)
  • Lingkar pinggang
  • Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP)
  • Tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold
  • Kadar lemak tubuh menggunakan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA)
Dari berbagai cara tersebut, mengukur BMI adalah cara yang paling sering digunakan karena cukup mudah untuk dilakukan. Perhitungan BMI ini menggunakan berat badan dan tinggi badan. Rumus dari perhitungan BMI adalah:
BMI = berat badan (kg) / (tinggi (m) x tinggi (m))
Orang-orang dengan BMI lebih besar dari 25 dapat dikategorikan sebagai overweight, pada 30 atau lebih termasuk ke dalam obesitas, dan pada 40 ke atas merupakan tingkat obesitas yang serius.
Kini Anda tak perlu pusing-pusing menghitung BMI dengan metode manual. Hello Sehat telah menyediakan Kalkulator BMI yang bisa digunakan secara mudah dengan hanya mengklik gambar di bawah ini.
Bagi kebanyakan orang, BMI dapat dimanfaatkan untuk mengukur kandungan lemak dalam tubuh. Akan tetapi, BMI tidak secara langsung mengukur lemak tubuh.
Sebagai contoh, untuk beberapa orang, BMI dari para atlet yang melakukan body building (menambah massa otot) tertentu dapat dikategorikan sebagai obesitas karena otot-otot mereka berkembang secara berlebihan untuk terlihat besar dan kuat, walaupun mereka tidak memiliki lemak berlebih.
Jika kita hanya mengandalkan BMI, kita tidak akan mendapatkan ukuran obesitas yang akurat. Jadi, berkonsultasilah pada dokter untuk mengetahui detail tentang tingkat obesitas Anda.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya, seperti hipertensi, diabetes, dan jantung koroner. Situasi ini juga meningkatkan arthritis yang menyebabkan sesak nafas, sleep apnea, dan cepat lelah.
Dari penjelasan di atas, mungkin terdapat gejala-gejala obesitas yang tidak disebutkan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang efek sampingnya, silakan berkonsultasi pada dokter.

Kapan saya harus pergi ke dokter?

Jika Anda berpikir Anda mungkin mengidap kondisi ini, khususnya jika Anda peduli dengan masalah berat badan, temuilah dokter secepatnya. Anda dan dokter dapat mengukur risiko kesehatan Anda dan mendiskusikan cara mengurangi berat badan. Temuilah dokter secara rutin agar diberikan metode diagnosis dan penanganan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Penyebab

Apa penyebab obesitas (kegemukan)?

Obesitas disebabkan oleh kadar kalori yang berlebihan dalam tubuh. Penumpukkan kadar kalori yang berlebih ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor (multifaktorial). Interaksi antara berbagai macam faktor inilah yang menyebabkan seseorang dapat mengalami obesitas. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk obesitas (kegemukan)?

Berikut beberapa faktor yang bisa jadi penyebab kenaikan berat badan dan obesitas:
1. Genetik
Genetik alias keturunan adalah salah satu komponen terbesar yang bisa memicu obesitas. Anak dari orangtua yang obesitas jauh lebih berisiko mengalami obesitas dibanding anak yang orangtuanya memiliki berat badan ideal.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Investigastion diketahui bahwa orang yang membawa gen FTO biasanya cenderung banyak makan makanan berlemak dan tinggi gula. Selain itu orang dengan gen tersebut juga biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa kenyang. Nah, hal tersebutlah yang menyebabkan orang dengan gen FTO lebih mungkin untuk mengalami obesitas.
Meski begitu bukan berarti obesitas sepenuhnya ditentukan oleh genentik. Pasalnya, apa yang Anda konsumsi juga memiliki efek besar pada gen yang dapat memicu obesitas. Ya, jika Anda memiliki gen obesitas dan Anda memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat, maka hal tersebut justru akan meningkatkan risiko Anda berkali-kali lipat untuk mengalami obesitas.
Sebaliknya, jika Anda memiliki gen obesitas, tapi Anda secara teratur menerapkan pola hidup sehat dengan memerhatikan asupan makanan serta rajin olahraga, maka risiko Anda terkena obesitas pun akan menurun.
2. Junk food
Junk food adalah jenis makanan yang tinggi kandungan gula, lemak, garam, dan minyak. Kombinasi inilah, ditambah dengan wangi makanan dan berbagai paduan rasa lainnya, yang membuat makanan junk food terasa nikmat sehingga bikin ketagihan. Tanpa sadar, orang yang sering makan junk food menumpuk banyak kalori dan lemak di tubuhnya.
Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan yang pada akhirnya memicu obesitas. Jika sudah obesitas, maka Anda berisiko terkena penyakit kronis lainnya.
3. Obat-obatan tertentu
Banyak obat-obatan dengan/tanpa resep dokter dapat menyebabkan penambahan berat badan sebagai efek samping. Misalnya antidepresan yang sudah lama dikaitkan dengan kenaikan berat badan secara perlahan-lahan.
Beberapa obat-obatan lain yang bisa memicu kenaikan berat badan adalah obat diabetes dan antipsikotik yang sering digunakan untuk meredakan masalah mental. Obat-obatan ini mengubah fungsi tubuh dan otak Anda, menyebabkan meningkatkan nafsu makan dan berkurangnya tingkat metabolisme Anda. Hal tersebutlah yang memicu kenaikan berat badan.
4. Stres
Siapa sangka, stres nyatanya juga bisa jadi penyebab obesitas. Ya, stres sangat mungkin menyebabkan obesitas. Pasalnya pada saat Anda mengalami stres, Anda akan lebih mudah untuk lebih banyak makan, terutama makanan manis, guna sekadar meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.
Padahal tanpa disadari, konsumsi makanan di saat-saat seperti itu justru akan membuat Anda mengonsumsi makanan ebih banyak, yang pada akhirnya akan menumpuk kalori, gula, serta lemak di dalam tubuh. Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.
5. Malas gerak
Dengan adanya televisi, komputer, video game, mesin cuci, ponsel pintar, dan perangkat kenyamanan modern lainnya, hidup kebanyakan orang memang jadi lebih santai. Sayangnya, hal tersebut justru membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik.
Padahal kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan perlambatan metabolisme dalam tubuh. Ya, semakin sedikit Anda bergerak, maka semakin pula kalori yang Anda bakar.
Akibatnya, kalori akan lebih banyak menumpuk di dalam tubuh. Bahkan tak hanya soal kalori saja. Aktivitas fisik yang minum juga memengaruhi kinerja hormon insulin dalam tubuh. Jika kadar insulin dalam tubuh tidak stabil, maka erat kaitannya dengan penambahan berat badan.
6. Tidak cukup tidur
Penelitian telah menemukan bahwa jika Anda tidak cukup tidur, Anda berisiko dua kali lipat untuk mengalami obesitas. Risiko ini berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak. Hal ini berdasarkan penelitian dilakukan di Warwick Medical School di University of Warwick.
Para ahli dalam penelitian tersebut meninjau bukti di lebih dari 28.000 anak dan 15.000 orang dewasa. Hasil penelitian jelas menunjukkan bahwa kurang tidur secara signifikan meningkatkan risiko obesitas pada kedua kelompok.
Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas melalui peningkatan nafsu makan akibat dari perubahan hormonal. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda menghasilkan Ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan. Kurang tidur juga mengakibatkan tubuh Anda memproduksi lebih sedikit Leptin, hormon yang menekan nafsu makan.
Jika Anda tidak mengidap faktor-faktor risiko tersebut bukan berarti Anda tidak dapat terjangkit obesitas. Tanda-tanda tersebut hanya referensi saja, jadi akan lebih baik jika Anda berkonsultasi pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang tersedia tidak dapat menggantikan saran medis. SELALU berkonsultasilah dengan dokter

Apa saja penanganan yang dapat dilakukan untuk mengobati obesitas?

Menjaga pola makan yang seimbang, olah raga, dan melakukan operasi dapat dilakukan untuk mengurangi berat badan. Ya, haya hidup aktif, olah raga, dan pola makan sehat seimbang adalah jalan terbaik untuk mengurangi berat badan dan menjaga kesehatan.
Anda dapat berkonsultasi pada ahli gizi untuk mengukur kadar kalori yang bisa Anda konsumsi setiap hari.  Dalam sesi konsultasi, biasanya dokter atau ahli gizi kesehatan dapat memberitahu informasi tentang:
  • Bagaimana memilih makanan sehat
  • Memilih kudapan yang sehat
  • Cara membaca kandungan nutrisi sebelum mengonsumsinya
  • Cara sehat memproses makanan
  • Mengatur pola makan
Ingatlah bahwa mengurangi berat badan secara teratur dapat membantu Anda mendapatkan berat badan ideal. Jangan lupa, imbangi juga dengan olahraga teratur setidaknya 30 menit setiap hari. Anda juga harus tahu tentang pembatasan memakan junk food saat stress melalui beberapa teknik untuk mengurangi stress, seperti yoga, olahraga, atau pengobatan. Hubungi dokter jika Anda mengalami stress yang berlebih.
Beberapa cara pengobatan dapat mengurangi berat badan namun juga memiliki efek samping. Gunakan cara tersebut jika cara-cara sebelumnya tidak efektif, dan lakukan pengobatan di bawah pengawasan dokter dan ahli kesehatan. Hal ini bertujuan agar upaya mencapai berat badan ideal akan berjalan lebih optimal dan tidak mengganggu kesehatan Anda secara keseluruhan.
Jika Anda mengalami obesitas (berat badan 100 persen di atas berat badan ideal atau BMI di atas 40) dan gagal setelah melakukan beberapa metode mengurangi lemak, mungkin Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan operasi, seperti operasi kecil pada wilayah perut dan lambung. Sebaiknya konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendeteksi obesitas?

Untuk mendiagnosis obesitas, dokter akan memeriksa kondisi fisik Anda dengan bertanya tentang riwayat penyakit, pola makan, dan kebiasaan berolahraga.
Lalu, dokter akan menyarankan dua metode untuk mengukur tingkat risiko kesehatan yang berkaitan dengan berat badan Anda:
  • Indeks berat badan/Body Mass Index (BMI)
  • Mengukur lingkar pinggang
  • Lingkar pinggang
  • Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP)
  • Tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold
  • Kadar lemak tubuh menggunakan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA)

Pengobatan di rumah

Bagaimana perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat membantu mengatur tingkat obesitas?

Kegiatan dan pengobatan rumah berikut ini dapat menolong Anda menanggulangi obesitas:
  • Beri tahu dokter tentang kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Beri tahu dokter obat-obatan apa saja yang Anda gunakan, termasuk vitamin, herbal, dan suplemen. Hubungi dokter jika mengalami efek samping dari obat-obatan tersebut.
  • Bergabung dengan komunitas yang berhubungan dengan upaya menurunkan berat badan.
  • Sempatkan untuk melakukan aktivitas fisik, termasuk olahraga setiap hari.
  • Memahami kondisi terkini dari berat badan, indeks berat badan, dan lemak pada tubuh Anda
  • Hubungi dokter jika mengalami diare atau gula darah rendah setelah operasi.
  • Pahami kondisi badan Anda agar dapat merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
  • Buatlah target yang realistis, jangan mengurangi berat badan secara drastis dalam waktu singkat karena akan mudah kembali lagi.
  • Catat aktivitas yang dilakukan dan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Dengan begitu Anda tahu kebiasaan Anda sehari-hari.
Sumber : https://hellosehat.com

Organ Pencernaan Tambahan

Organ-Organ Lain Pada Sistem Pencernaan

Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya

Hepar (Hati)

Hati merupakan organ yang terbesar dan penting dalam tubuh organ ini terletak didalam rongga perut sebelah kanan terdiri atas 2 bagian yang besar. Fungsi hati yaitu:
  • Menyimpan zat-zat makanan seperti vitamin, lemak dan glukogen.
  • Mengatur suhu tubuh.
  • Mengatur disribusi makanan.
  • Menyimpan darah.
  • Menghasilkan empedu, empedu yang memiliki fungus mengemulsikan lemak dan mempengaruhi penyerapan vitamin K oleh usus.
  • Menyaring zat-zat racun, termasuk membantu metabolisme obat.

Pankreas

Pada organ ini terletak di dalam rongga perut bagian belakang bentuknya memanjang dan menghasilkan getah-getah pankreas. Pankreas juga memiliki salah satu fungsi utama yakni mengatur kadar gula dalam darah, didalam pankreas terdapat hormone insulin yang berfungsi mengubah gula darah (glukosa) menjadi glikogen. Getah yang terdapat di dalam pankreas ialah sebagai berikut:
  • Tripsinogen.
  • Enterokinase
    Mengubah tripsin menjadi tripsin yang kemudian tripsin mengubah amilum menjadi maltosa.
  • Lipase
    Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • NaHCO3
    Asam natrium karbonat yang terkandung didalam getah pankreas memberi, sifat asam pada lemak dan berperan membantu enzim lipase mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Sumber : https://www.dosenpendidikan.com

Organ Pencernaan Pertama

8 Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya Terlengkap


Sistem pencernaan merupakan sistem organ yang menerima makanan, mencernanya menjadi suatu energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut yang melalui dubur. Yang secara spesifik sistem pencernaan berfungsi untuk mengambil makanan, memecahnya menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil, menyerap molekul tersebut ke dalam aliran darah, lalu membersihkan tubuh dari sisa pencernaan.
Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya
Organ yang termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
  • Saluran Penceranaan
    Saluran pencernaan merupakan saluran yang kontinyu yang berupa tabung yang dikelilingi otot. Yang saluran pencernaan mencerna makanan, memecahnya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah. Organ-organ yang termasuk di dalamnya diantaranya seperti: mulut, faring, esophagus, lambung, usus halus serta usus besar. Dari usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui anus.
  • Organ Pencernaan Tambahan (Aksesoris)
    Organ pencernaan tamabahan ini berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan yang melalui sebuah saluran. Kelenjar pencernaan tamabahan akan memproduksi secret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan. Gigi, lidah, kantung empedu beberapa kelenjar, pencernaan seperti kelenjar ludah, hati dan pankreas.
Nah untuk lebih jelasnya dari masing pada organ-organ pencernaan pada manusia, simak uraian dibawah ini

Mulut

Dalam hal ini mulut merupakan organ pencernaan yang pertama yang bertugas dalam proses pencernaan makanan. Yang didalam mulut, makanan akan dicerna secara sadar menjadi bagian-bagian lebih kecil. Dialam rongga mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah. Pada lidah di dalam mulut berfungsi untuk merasakan makanan. Pada lidah terdapat ujung saraf pengecap yang disebut sebagai papila lidah.Yang pada papila lidah ini pengecap rasa manis terdapat pada ujung lidah sampai ke tepi lidah bagian ujung depan. Bagian tepi lidah tengah merasakan rasa asam, bagian pangkal lidah yang berbatasan dengan kerongkongan rasa pahit. Di dalam mulut juga terjadi proses pencernaan secara mekanis dan kimiawi.

Proses Mekanis

Dalam proses pencernaan secara mekanis di dalam mulut dilakukan melalui gerakan-gerakan menguyah, mengahncurkan dan menelan makanan. Yang berfungsi menguyah tersebut bertujuan mengubah makanan menjadi berukuran kecil yang sehingga dicerna hal ini dilakukan oleh gigi. Sedangkan fungsi menelan ialah mendorong makanan supaya masuk ke dalam saluran selanjutnya yakni kerongkongan.

Proses Kimiawi

Dalam proses pencernaan kimiawi di dalam mulut dilakukan oleh enzim ludah. Pada ludah dikeluarkan oleh kelenjar ludah yang berfungsi untuk membantu pencernaan makanan. Pada ludah terkandung beberapa komponen, diantaranya yaitu:
  • Enzim maltase (ptialin)
    Untuk mencerna makanan yang mengandung karbohidrat menjadi gula sederhana yang disebut maltose.
  • Air
    Berfungsi untuk membasahi makanan supaya mudah dicerna.
  • Enzim Lisosom
    Sebagai antibakteri karena bersifat asam.
  • Lendir
    Pada ludah berfungsi untuk menggumpalkan makanan supaya lebih mudah ditelan.
  • Aminoglobulin
    Zat semacam putih telur yang berfungsi untuk menetralkan makanan yang bersifat asam.
  • Garam-garam

Kerongkongan

Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya
Dalam hal ini setelah makanan dikunyak mulut kemudian makanan ditelan agar masuk lambung nah malalui kerongkongan jadi fungsi kerongan ialah menyalurkan dari mulut ke lambung. Dibagian dalam mulut juga terdapat epiglottis yakni persimpangan antara 2 saluran yang dijaga oleh sebuh klep. Pada waktu bernapas klep ini membuka sehingga udara masuk ke dalam tenggorokan dan pada waktu menelan makanan klep tersebut akan menutup.Sebenarnya klep ini menjaga kerja antara kerongkongan dan tenggorokan supaya proses pencernaan dan pernapasan berjalan lancar. Di dalam kerongkongan juga terjadi gerakan peristaltic yakni gerakan melebar dan menyempit bergelombang dan meremas-remas untuk mendorong makanan sedikit demi sedikit ke lambung dan di dinding kerongkongan juga terdapat lendir supaya makanan mudah untuk melaluinya.

Lambung

Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya
Setelah makanan melewati kerongkongan kemudian makanan menuju ke lambung. Sebelah dalam lambung dilapisi oleh epithelium, pada ephitelium ini mengandung kelenjar-kelenjar penceraan. Kelenjar pencernaan pada lambung ini akan menghasilkan suatu senyawa yakni getah lambung. Digetah lambung ini memiliki kandungan-kandungan sebagai berikut:
  • HCL
    Pada kadar HCL yang dalam getah lambung ialah 0,5% dari total getah lambung. HCL berfungsi sebagai desinfektan atau pembunuh kuman dan mengubah pepsinogen menjadi pepsin. HCL juga dapat merangsang usus, hati dan pankreas untuk mencerna makanan. Enzim pepsin yang dihasilkan dari pemecah pepsinogen akan mencerna protein menjadi protein yang lebih sederhana (albuminosa dan pepton).
  • Enzim Lipase
    Yang berfungsi untuk mencerna lemak.
  • Hormon Gastrin
    Fungsinya untuk mengaktifkan kelenjar-kelenjar pada pencernaan dilambung melalui proses mekanik dan kimiawi.

Proses Mekanik

Pada otot lambung mengerut dan mengembang dengan gerakan seperti meremas untuk mencampur makanan dengan getah lambung.

Proses Kimiawi

Dilakukan oleh getah lambung, selanjutnya makanan yang sudah dicerna oleh lambung yang disebut kimus atau bubur halus akan meninggalkan lambung menuju usus halus.

Usus Halus (Intestinum)

Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya
Panjang usus halus orang dewasa mencapai 6,3 meter dengan diameter 2,5 cm. usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum).

Usus 12 Jari

Usus 12 jari terletak paling dekat denga lambung, disebut 12 jari karena panjangnya kurang lebih 12 kali ruas jari. Sebelum memasuki usus 12 jari, setelah makanan dicerna oleh lambung, makanan akan melalui jalan keluar lambung menuju usus 12 jari yang berbentuk klep yang disebut pylorik. Pada Pylorik ini berfungsi untuk mengatur jalan makanan menuju usus 12 jari.

Jejunum

Setelah makanan melewati usus 12 jari makanan akan masuk ke dalam saluran intestinum berikunya yakni jejunum atau disebut dengan intestinum bagian tengah.

Ileum

Ileum merupakan bagian akhir dari pada intestinum, dinding dalam usus halus dilapisi oleh bermiliar-miliar tonjolan mikroskopis menyerupai jari. Yang pada tonjolan ini sebut dengan villi, kelenjar usus halus menghasilkan getah cerna yang akan mencerna makanan yang masuk ke dalam usus halus dan menyaring bagian yang dapat di lewati villi dan mengandung air.
Bagian yang diserap usus melalui villi berupa sari makanan yang masuk ke dalam pembuluh darah untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. Zat sisa pencernaan makanan akan dikeluarkan oleh tubuh melalui rectum atau usus besar kemudian keluar ke anus menjadi feses. Dalam proses penceraan pada usus halus hampir sebagaian besar dilakukan secara kimiawi. Adapun getah usus halus tersebut antara lain sebagai berikut:
  • Enterokinase
    Enzim yang mengubaj tripsinogen menjadi tripsin.
  • Erepsin
    Enzim yang mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Maltase
    Enzim yang mengubah maltose menjadi glukosa.
  • Lipase
    Enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Sekretin
    Merupakan hormone pada usus halus yang akan merangsang sekresi enzim-enzim pada usus halus.

Usus Besar (Rektum)

Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya
Usus besar merupakan saluran pembuangan sisa makanan menuju lubang pengeluaran anus. Usus besar juga memiliki bagian yang disebut usus buntu. Usus besar juga sebagai tempat menampung sisa makanan yang sudah tidak dapat dicerna lagi. Pada bagian usus besar sudah tidak terdapat enzim-enzim pada bagian usus besar ini sudah tidak ada proses pencernaan lagi. Usus besar hanya sebagai jalan keluar serta tempat menampung tinja selanjutnya yang dikeluarkan oleh anus.

Anus

Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya
Anus atau dubur merupakan penghubung antara rectum dengan lingkungan luar tubuh. Dianus terdapat otot sphincter yang berfungsi untuk membuka dan menutup anus. Fungsi uatam anus ialah sebagai alat pembuangan feses yang melalui proses defekasi (buang air besar). Dianus terdapat otot sphincter, rectum dan vena. Fungsi otot sphincter ialah untuk membuka atau menutup anus. Sedangkan fungsi rectum ialah untuk menyimpan feses sementara waktu.

Sumber : https://www.dosenpendidikan.com

Jenis Nutrisi

Berikut Ini Pengertian Serta Jenis Nutrisi Pada Makanan Dan Fungsinya :

1. KARBOHIDRAT

Karbohidrat adalah senyawa kimia yang tersusun atas karbon, oksigen, dan hidrogen. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting untuk sumber tenaga. Selain sebagai sumber energy, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh, pembentuk struktur sel dan mengikat protein dan lemak.
Contoh Karbohidrat Dalam Kehidupan Sehari-HariKarbohidrat dapat diperoleh dari berbagai makanan seperti beras, kentang, jagung, singkong, gandum, selai, gula, madu, dan sirup. Jika kekurangan karbohidrat tubuh akan terasa lemah atau malas untuk melakukan berbagai aktivitas. Kekurangan karbohidrat juga mengakibatkan darah akan bersifat asam yang disebut asidosis.

Karbohidrat terdiri dari 2 bentuk : Simple dan Kompleks. 

  • Karbohidrat Simple

    Mudah dicerna oleh tubuh dan dapat langsung menjadi tenaga atau energy.Karbohidrat simple dapat ditemukan pada susu dan produk susu, buah – buahan, madu, sirup, selai, dan jelly.
  • Karbohidrat Kompleks

    Harus diolah menjadi karohidrat simple terlebih dahulu agar dapat diproses menjadi energy. Karbohidrat kompleks dapat ditemukan di dalam roti, sereal, kentang, pasta, beras, dan biji – bijian lainnya.

2. PROTEIN

Protein berguna sebagai zat pembangun tubuh. Makanan berprotein berguna untuk pertumbuhan, perkembangan, dan mengganti sel – sel tubuh yang rusak termasuk sel tulang, kulit, dan hormone.
Contoh Protein Dalam Kehidupan Sehari-HariManusia dapat memperoleh protein dari hewan dan tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan dinamakan protein hewani. Protein yang berasal dari tumbuhan dinamakan protein nabati.
Bahan makanan dari hewan yang mengandung protein antara lain daging, ikan, unggas, keju, susu, dan telur. Bahan makanan dari tumbuhan yang mengandung protein antara lain kacang – kacangan terutama kedelai.

3. LEMAK

Lemak merupakan sumber tenaga selain karbohidrat. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan. Jika persediaan karbohidrat habis di dalam tubuh, lemak digunakan sebagai penggantinya. Lemak adalah zat yang mengandung minyak dan melekat pada daging. Lemak menghasilkan energy sebanyak 9 kalori, dua kali lebih banyak daripada karbohidrat dan protein. Selain sebagai cadangan energy, lemak juga menyalurkan atau melarutkan vitamin A, D, E, dan K.
Contoh Macam-Macam Lemak Pada Makanan
Lemak dibagi menjadi 2, lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh berasal dari hewan, contohnya mentega, gajih, asam stearat. Asam stearate adalah lemak jenuh yang berasal dari hewan yang biasanya digunakan dalam pembuatan lilin, kosmetik, sabun, plastik, dan melunakkan karet. Lemak tak jenuh berasal dari tumbuhan dan berbentuk cair, seperti minyak kedelai, jagung, dan minyak kelapa.

4. VITAMIN

Vitamin adalah zat yang sangat penting bagu tubuh. Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur dan pelindung tubuh dari berbagai penyakit. Bila kita kekurangan Vitamin akan menderita Avitaminosis ( menyebabkan ganguan metabolisme tubuh). Jika kelebihan vitamin akan menyebabkan Hipertaminosis.
Fungsi vitamin juga menjaga metabolisme tubuh. Metabolisme adalah perputaran zat pada makluk hidup yang mencakup proses Fisika dan kimia (proses perputaran tubuh). Metabolisme merupakan sejumlah sel reaksi kimia yang mendorong aktivitas sel.
Contoh Macam Macam Vitamin Pada Buah
Ada 6 jenis Vitamin yaitu Vitamin A, B, C, D, E dan K. Vitamin dapat kita peroleh dari sayuran dan buah-buahan. Vitamin dibagi menjadi 2 macam yaitu Vitamin yang larut dalam air (Vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (Vitamin A,D,E, dan K). Vitamin yang larut dalam lemak( A,D, E dan K ) dapat di simpan dalan tubuh. Dan bisa berfungsi sebagai cadangan makanan.

5. MINERAL

Jenis Mineral Dalam Makanan Yang Diperlukan Tubuh Manusia
Mineral tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Mineral diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Fungsi mineral bagi tubuh adalah untuk melancarkan semua proses yang terjadi dalam tubuh. Beberapa macam mineral yang dibutuhkan tubuh diantaranya : kalsium, zat besi, posfor, yodium, dan Fluor.

6. SERAT

Manfaat Serat Yang Terkandung Dalam Sayur Dan BuahSerat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air sehingga menjadi padat dan sulit di keluarkan dan mengakibatkan sembelit. Contoh makanan berserat sayur – sayuran dan buah – buahan.

7. AIR

Fungsi Manfaat Air Bagi Tubuh Makhluk HidupAir adalah zat yang memegang peranan penting. 75% dari tubuh manusia terdiri atas air. Orang dewasa membutuhkan kira – kira 2,5 liter air setiap hari. Di dalam tubuh air berfungsi untuk :
•    Membantu pencernaan makanan
•    Melarutkan zat – zat dalam tubuh, seperti vitamin b dan c
•    Mengatur suhu tubuh
Apabila kekurangan air tubuh akan lemas. Air juga dapat diperoleh dari bahan makanan seperti buah.
.
Selain memenuhi Nutrisi pada tubuh, hal yang tidak kalah penting adalah selalu jalani gaya hidup sehat serta rajin berolahraga akan membantu menjaga tubuh selalu fit. Kesehatan sangat berpengaruh dari kesadaran diri sendiri yaitu dengan menjaga tubuh untuk menghindari mengkonsumsi makanan yang kurang baik untuk kesehatan.

Sumber : https://www.mastah.org

Kebutuhan Energi

Kebutuhan energi pada tubuh manusia beserta sumber energi dan perhitungannya

Manusia memerlukan energi untuk bisa hidup dan melakukan berbagai aktifitas. Energi dapat didapat dari berbagai macam makanan dan minuman terutama yang mengandung zat kalori. Kebutuhan energi yang diperlukan setiap orang berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor. Lalu apa saja yang mempengaruhi kebutuhan energi pada manusia? antara lain yaitu : umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan.


Kebutuhan energi juga tergantung dengan aktifitas sehari-hari. Kebutuhan energi pria tentu akan lebih banyak dibanding wanita, juga seorang pekerja kasar akan lebih banyak memerlukan energi dibanding orang yang duduk didepan meja.

Sumber Energi Bagi Tubuh

Seperti yang telah ditulis sebelumnya bahwa manusia memerlukan energi untuk beraktifitas. Untuk memenuhi kebutuhan energi pada manusia dapat diperoleh dari sumber makanan hewani maupun nabati. Sumber makanan tersebut harus dipastikan mengandung berbagai zat gizi atau nutrisi seperti karbohidrat, lemak, dan protein sebagai sumber energi utama.


Menyimpan kalori yang banyak apakah akan baik bagi tubuh?

Apa jadinya jika kita menyimpan cadangan kalori yang banyak dalam tubuh? Kelebihan kalori pada tubuh akan disimpan sebagai cadangan lemak. Semakin banyak cadangan lemak yang menumpuk pada tubuh maka akan semakin gemuk tubuh manusia.


Mengurangi porsi makan agar asupan kalori dalam tubuh sedikit

Untuk yang mengalami kegemukan biasanya melakukan berbagai cara agar badannya menjadi kurusan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah diet makan. Namun menurunkan berat badan dengan cara mengurangi porsi makan kurang efektif jika tidak diimbangi dengan memperhitungkan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dan olahraga. Jika melihat dampak yang ada, maka cara terbaik dalam agenda menurunkan berat badan adalah dengan memperhatikan kebutuhan kalori harian.


Beragam Cara Memperhitungkan Kebutuhan Energi

Agar tubuh manusia dapat memperoleh asupan energi yang baik dan optimal juga tidak terjadi kegemukan alias kelebihan berat badan maka kebutuhan energi pada manusia harus diperhitungkan secara tepat. Jangan sampai energi yang dikonsumsi berlebih sehingga kegemukan dan juga jangan sampai kurang asupan sehingga kekurusan. Adapun komponen yang perlu diperhatikan dalam mempertimbangkan kebutuhan energi tersebut adalah:
1. Menentukan berat badan ideal
Berat badan ideal manusia dapat dihitung dengan rumus BB ideal = 0,9 x (tinggi badan-100). Berat badan dikatakan mencapai ideal jika berat badan mencapai nilai BB ideal atau setidaknya kurang atau melebihi angka tersebut tidak lebih dari 3 kilogram.
Berat badan ideal seorang atlet akan berbeda dengan berat badan orang biasa. Hal ini disebabkan karna pada tubuh atlit massa tubuhnya juga dipengaruhi oleh pembentukan massa otot sehingga badannya lebih berat. Demikian pula halnya jika hal ini dibandingkan antara pria dan wanita. Pria cenderung bermassa tubuh lebih berat daripada wanita.


2. Kebutuhan basal (KB)
Apa itu kebutuhan basal? Kebutuhan basal yaitu suatu kebutuhan berupa energi dan juga kalori pada manusia yang paling mendasar untuk menjaga metabolisme tubuh seperti kerja jantung, paru-paru, usus, dan juga sistem pencernaan. Kebutuhan Basal pria dan wanita berbeda. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut.
KB wanita = Berat Badan ideal x 25 kkal
KB pria   =  Berat Badan ideal x 30 kkal

3. Aktivitas fisik (AF)
Pembagian ukuran aktivitas manusia secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Aktivitas berat tentunya akan membutuhkan energi lebih besar dibandingkan aktivitas ringan dan sedang.
Adapun contoh aktifitas yang tergolong aktivitas ringan adalah bekerja kantoran, membaca, memancing, berjalan. Aktivitas sedang contohnya adalah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, bersepeda. Aktivitas berat adalah jogging, dan mendaki gunung.

Aktivitas ringan memiliki angka aktivitas fisik sebesar 10-20% dari kebutuhan basal atau = 20% x 1462,5 = 292,5 Kkal.
Aktivitas sedang memerlukan 20 – 30% x Kebutuhan Bassal dan aktivitas berat adalah sebesar 40-50% x Kebutuhan Bassal

4. Usia (KU = Koreksi Usia)
Kebutuhan kalori manusia akan semakin menurun diiringi pertambahan usia. Semakin tua usia seseorang maka kebutuhan kalori akan semakin berkurang.

Standarisasinya adalah faktor koreksi dikalikan Kebutuhan Basal (1462,5 Kalori). Adapun untuk usia antara 40-59 tahun koreksi kalori mencapai 5%, sedangkan untuk usia 60-69 tahun koreksi kalori sebesar 10% dan usia yang lebih dari 70 tahun koreksi kalori sebesar 20%

Contohnya seseorang yang berusia 47 tahun maka koreksi kebutuhkan kalori adalah sebesar 5% x 1462,5 Kkal = 73, 125 Kkal.



5. Total Kalori yang dibutuhkan (TK)
Untuk menghitung kalori yang dibutuhkan maka dapat menggunakan perhitungan sebagai berikut.
Kebutuhan Bassal (KB), Aktivitas Fisik (AF), Koreksi Usia (KU)
TL = KB+AF – KU
Maka jika seseorang berusia 40 tahun KB = 1462,5 Kkal AF = 292,5 Kkal dan KU = 73,125 kebutuhan kalori perhari adalah:
TK = 1462,5 + 292,5 – 73,125 = 1681, 875 Kkal per hari

Sumber :  https://ipageek.blogspot.com